Sakitnya tuh di sini Di dalam hatikuSakitnya tuh di sini Melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini Pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini Kau menduakan aku
Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu
Sakitnya tuh di sini Di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini Melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini Pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini Kau menduakan aku
Sakit sakit sakitnya tuh di sini
Sakit sakit sakitnya tuh di sini
Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu
Siapa gak kenal dengan lirik lagu di atas, lagu yang dinyanyikan oleh
Cita Citata ini mampu membius masyarakat pencinta musik Indonesia. Dari
anak-anak sampai orang dewasa fasih menyanyikan lagu tersebut. Dari
tengah kota sampai pelosok desa terdengar lagu tersebut.
Lagu
yang berisi tentang kekecewaan seorang wanita terhadap kekasihnya itu
mendapatkan banyak penggemar dalam waktu sekejap. Tak terkecuali dengan
saya. Saya mendengar pertama kali lagu ini saat bersama dengan teman
wanita yang memang benar sedang mengalami hal yang sama dengan syair
lagu tersebut. Sehingga setiap kami jalan berdua lagu tersebut diputar
setiap saat, dan tidak memberikan kesempatan lagu yang lain untuk
diputar. Alhasil saya jadi senang dengan lagu tersebut bahkan menjadi
hafal.
(Heeeeee ikutan nyanyi dangdut)
Karena volume
pertemuan kami semakin sering maka tumbulah rasa cinta dan sayang.
Setiap ada waktu yang luang kami gunakan untuk memadu kasi bersama.
Waduk karawang dan waduk jatiluhur adalah saksi bisu dalam cerita cinta
kami. Satu bulan penuh kami memupuk kasih sayang dengan suka cita. Dan
berjanji untuk tetap saling mencintai dan menyayangi.
Tiba
saat waktunya kekasihku menghilang dari aku, jelas ini membuat ku resah
tak menentu. Keberadaannya tidak tahu dimana. Kabar terakhir dia
hanya bilang bahwa orangnya sakit keras, dia harus fokus terhadap
masalah keluarganya. Aku bilang kepadanya izinkan aku untuk membantu
dalam setiap masalah yang dihadapinya. Tidak ada jawaban. Sms tidak
dijawab, telp tidak diangkat, bbm di delete apa arti semua ini. Hati ku
semakin bingung dan panik. Rasa rindu yang bercampur aduk dengan rasa
khawatir menyerangku bertubi-tubi. Rasanya ingin teriak...
aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!
Ping
!!! Pesan masuk ternyata, pesan darinya. Namun pesan itu bukan berita
kabar baik keluarganya yang dia sampaikan malah kabar yang melukai
hatiku. Bagai petir di siang hari menyambar. Jduaarrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!
Untung aku segera menghindar, alhasil pohon toge yang tumbang.
"Iyaa
mass.... maapin aku.... maapin semua kesalahanku... ku ga bisa nemenin
kamu lagi...karena ku sudah bikin perjanjian sama seseorang.... yang
sayang sama aku.... tapi istrinya sakit gak lihat butaaa....istrinya yg
melamar ke aku... aku terima... niatku ibadah"
Aku menjawab pesan darinya....
"Bukan
kabar seperti ini yang mas nantikan, kemarin kamu menghilang katanya
fokus pada keluargamu. Terutama orang tua mu sakit. Harusnya kabar sudah
sembuh atau belumkah orang tuamu dari penyakitnya???? Aneh. Kenapa kamu
tega memberi kabar yang berbeda dari apa yang aku bayangkan. Lalu
selama 1 bulan penuh kita lakukan bersama apakah itu bukan bentuk
perhatian dan kasih sayang kita berdua"
Dia pun menjawab:
"Mas
aku dia cuma sehari, bukan harta dan kemewahan, juga
bukan sayang dan cinta karena rasa itu sudah mati. Niatku hanya ibadah.
Aku sudah komitmen untuk segera menikah. Dan ini taruhannya nyawa mas,
karena dia keturunan darah madura. Mas jodoh, rezeki, dan maut allah
yang ngatur"
Aku menjawab:
"Jika saja kamu berkata maut allah yang
mengatur, kenapa kamu harus takut dengan ancaman dan kematian akibat
kamu tidak komitmen dari orang katanya kamu sayang. Padahal kamu juga
punya komitmen dengan aku. Apa karena aku bukan berdarah madura lantas
kamu berani mengingkari komitmen tersebut. Dan memang jodoh allah yang
mengatur tapi kita bisa merencanakan itu semua. Jadi menurutku kamu
hanyalah seorang wanita yang membalas dendam apa yang pernah kamu alami
oleh mantan kekasihmu. Dan korbannya itu adalah aku"
Ternyata cintamu hanya sekejap, kekuatan cintamu mudah lenyap.
Pergilah jauh dariku karena aku tidak sudi mempunyai teman, saudara
wanita seperti kamu. Karena sampai hati kamu membuat hati kekasihmu
terluka, bagaimana hanya sebagai teman atau saudara.
Benar-benar Lagu sakitnya tuh disini begitu bermakna bagi diriku.... Semoga lagu ini tidak anda alami juga seperti saya.
Supriyadi
Bekasi, 09/11/2014
ANDA BUTUH UANG ???
Klik Disini